Tulis Menulis Sebagai Bagian Karakter Pendidikan Islam

Illustrasi, sumber : internet
Tulis menulis sudah menjadi bagian penting dari karakter pendidikan Islam sejak awal mula munculnya Islam itu sendiri.

Sejarah telah mencatat bahwa dalam masa kenabian telah digiatkan perihal tulis menulis. Maka sahabat Abdullah bin Sa'id bin al-'Ash mengajari masyarakat Madinah atas perintah Rasulullah. (kitab al-Isti'ab)

Ubadah bin Shomit berkata:
“aku pernah mengajari menulis al-Qur‟an kepada para ahli shuffah”. (HR. Abu Dawud)

Dalam kitab al-Matholi' an-Nashriyah fil Ushul al-Khottiah karya Syaikh Abul Wafa Nashr al-Mishri, beliau berkata:

“Tidaklah banyak tulisan Arab kecuali setelah hijrah Nabi SAW selang beberapa tahun. Itu pada saat para shahabat Anshar menawan tujuh puluh orang dari pimpinan Quraisy dan lainnya saat perang Badar pada tahun kedua dari hijrah. Mereka mewajibkan setiap tawanan untuk membayar tebusan dan bagi yang tidak mampu membayarnya maka wajib mengajari tulis menulis kepada anak-anak Madinah. Maka mereka tidak melepaskan tawanan tersebut kecuali setelah selesai mengajarinya. Oleh sebab itu, tulisan Arab menjadi banyak dan menyebar ke berbagai daerah taklukan Islam.”

Sejarah mencatat bahwa satu orang musyrik mengajarkan tulis menulis kepada sepuluh anak kemudian baru dilepaskan.

0 Response to "Tulis Menulis Sebagai Bagian Karakter Pendidikan Islam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel