Pengembaraan Sayyid Muhammad al-Maliki Dalam Menuntut Ilmu

Beliau belajar kepada Ulama Al Haramain (Makkah dan Madinah). Adapun di Makkah AL-Mukarromah beliau belajar di Madrasah Al-Falah, Madrasah Ash-Shaulatiyyah dan madrasah Tahfidzul Qur'an, demikian pula di halaqah-halaqah ilmu Masjidil
haram yang pada waktu itu ditangani oleh para syaikh (guru) yang mumpuni dibidangnya masing-masing.

Semangat beliau yang begitu tinggi dalam menuntut ilmu dan berkat perhatian serta dorongan ayahnya yang telah mengantarkannya pada kedudukan yang tinggi dalam dunia ilmu
agama, sekalipun usia beliau masih muda.

Oleh karenanya dimasa belajar itu, beliau menjadi tempat perhatian khusus dari masyayikhnya. Dan ini tidaklah berlebihan, sebab mereka memandang dan mengetahui tingginya daya tanggap dan derasnya ilmu pengetahuan beliau. Dan setelah melihat itu semua, guru-guru beliau kemudian memberi ijazah dan mengizinkannya untuk mengajar dan memberikan fatwa di Masjidil
Haram.

Pada usia 25 tahun, beliau meraih gelar Doktor (phD) ilmu hadits di Universitas Al-Azhar, Kairo dengan predikat excellent (sangat memuaskan). Beliau menjadi warga Arab Saudi yang pertama dan termuda yang menerima ijazah phD dari Al-Azhar.

Kemudian pada usia 26 tahun, beliau dikukuhkan sebagai guru besar ilmu hadits pada Universitas Ummul Quro, Makkah. Ini adalah sebuah prestasi luar biasa yang layak dicapai seorang putra ulama besar dan termasyhur di al-Haramain.

As-Sayyid Muhammad al-Maliki tidak hanya belajar di al-Haramain, tetapi untuk menyempurnakan pengembaraan menuntut ilmu, beliau berangkat ke beberapa negeri, diantaranya Maroko, Mesir, India, Pakistan, Libya dan lainnya. Disanalah beliau berjumpa dengan sejumlah ulama terkemuka yang kemudian memberikan ijazah-ijazah kepadanya

Sumber buku Karakter Pendidikan Abuya As-Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki.

0 Response to "Pengembaraan Sayyid Muhammad al-Maliki Dalam Menuntut Ilmu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel