Waktu-waktu Utama yang Dianjurkan Bersiwak

Bersiwak dianjurkan pada kaum muslimin di setiap saat, agar selalu dalam keadaan bersih, namun lebih dianjurkan lagi pada waktu-waktu tertentu.
Asy-Syaikh Dr. Shâlih al-Fauzân berkata: “Bersiwak disunnahkan disetiap saat, bahkan sekalipun yang berpuasa disepanjang harinya, demikianlah pendapat yang benar. dan menjadi sunnah muakadah pada waktu tertentu.”[6]

Adapun waktu-waktu yang disunnahkan secara tegas untuk bersiwak diantaranya:

1. Setiap akan melakukan shalat.

Ini didasari riwayat hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda:
لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لأمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ .

“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan shalat.” [HR. Bukhâri (2/374/887), Muslim (1/220/252) dan Tirmidzi (1/18/22) lihat Shahihul jami’ No. Hadits 5315]

Sebagian Ulama menyampaikan hikmah disunnahkannya bersiwak ketika akan shalat, diantaranya:

Ibnu Daqiqil ‘Ied rahimahullah berkata: “Rahasia permasalahan (bersiwak setiap akan shalat) ini adalah:

Perintah supaya beramal sebaik mungkin tatkala beribadah kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala ada yang menyatakan bahwa permasalahan ini berhubungan dengan para Malaikat sebab Malaikat merasa terganggu dengan bau yang tidak sedap (yang berasal dari gigi dan mulut).

Imam Ash-Shan’âni rahimahullah memberikan jawaban dengan menyatakan: “Rahasia permasalahan ini mencakup dua perkara yang telah disebutkan, sebagaimana hadits riwayat Imam Muslim dari Jâbir Radhiyallahu anhu :

مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ

"Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah atau loncang (bawang prei), maka sekali-kali jangan mendekati masjid kami, karena para Malaikat terganggu dengan apa-apa yang manusia terganggu dengannya.”[7].

2. Setiap akan Berwudhu

Ini didasarkan pada hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda:

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لأمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ كلِّ وُضُوءٍ

“Seandainya tidak memberatkan umatku, sungguh aku akan perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan wudhu.” [HR. Mâlik (1/66) Al Baihaqi (1/35), Ibnu Huzaimah (1/73) Dishahihkan Syaikh Al Albâny di Shahihil Jami’ (5317), Shahih Targhib (201), al Irwa’ (1/109)].

Asy-Syaikh DR. Shâlih al-Fauzân berkata: “Hadits ini menunjukkan dengan tegas bahwa bersiwak adalah sunnah pada setiap akan berwudhu. Hal itu dilakukan ketika sedang berkumur-kumur karena hal itu akan membantu mengharumkan dan membersihkan mulut.”[8].

3. Ketika hendak membaca Al Qur’an

Hal ini didasari oleh hadits Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu berkata,

أَمَرَنَا بِالسِّوَاكِ فَقَالَ إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي أَتَاهُ الْمَلَكُ فَقَامَ خَلْفَهُ يَسْتَمِعُ الْقُرْآنَ وَيَدْنُو، فَلاَ يَزَالُ يَسْتَمِعُ وَيَدْنُو حَتَّى يَضَعَ فَاهُ عَلَى فِيْهِ فَلاَ يَقْرَأُ أَيَةً إِلاَّ كَانَتْ فِيْ جَوْفِ الْمَلَكِ

"Rasulullâh memerintahkan kami bersiwak, sesungguhnya seorang hamba apabila berdiri shalat, Malaikat mendatanginya kemudian berdiri dibelakangnya mendengar bacaan al Qur’an dan ia mendekat. Maka ia terus mendengar dan mendekat sampai ia meletakkan mulutnya diatas mulut hamba itu, sehingga tidaklah dia membaca satu ayatpun kecuali berada dirongganya malaikat” [HR. Al Baihaqy dan Ad Dhiya’. Lihat Silsilah al Ahadits as Shahihah (1213)].

4. Setiap Bangun Tidur

Ini berdasarkan hadits Hudzaifah Ibnul Yaman Radhiyallahu anhu, Beliau berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، يَشُوصُ فَاهُ بِالسِّوَاكِ»

"Jika Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun malam, beliau menggosok (membersihkan) mulutnya dengan siwâk” [HR. Bukhari; 245 dan Muslim; 46].

Asy-Syaikh Dr. Shâlih al-Fauzân berkata, “Siwak juga menjadi sunnah muakadah ketika seseorang bangun dari tidur di malam atau siang hari. Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika bangun tidur dimalam hari, beliau menggosok mulutnya dengan siwâk . hal itu dikarenakan bersamaan dengan proses tidur, maka berubahlah bau mulut, yang disebabkan peningkatan gas dalam lambung.‘[9]

Hikmah disunnahkannya bersiwak ketika bangun tidur.
Asy-Syaikh Abdullâh Al-Bassam rahimahullah berkata, “Termasuk tanda kecintaan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kebersihan dan ketidak sukaannya terhadap bau tidak enak, tatkala bangun dari tidur malam yang panjang, yang mana saat itu di mungkinkan bau mulut sudah berubah, maka beliau menggosok giginya dengan siwâk untuk menghilangkan bau tidak sedap, dan untuk menambah semangat setelah bangun tidur, karena termasuk kelebihan siwâk adalah menambah daya ingat dan semangat.”[10].

5. Ketika ada perubahan bau mulut.

Ini diambil dari riwayat Imam Muslim dari Jâbir bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَكَلَ الْبَصَلَ وَالثُّومَ وَالْكُرَّاثَ فَلَا يَقْرَبَنَّ مَسْجِدَنَا، فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَتَأَذَّى مِمَّا يَتَأَذَّى مِنْهُ بَنُو آدَمَ
"Barangsiapa yang memakan bawang putih, bawang merah atau loncang (bawang prei), maka sekali-kali jangan mendekati masjid kami, karena para Malaikat terganggu dengan apa-apa yang manusia terganggu dengannya.”.

Ditambah satu keadaan yang juga disampaikan para ulama yaitu:

6. Setiap akan Masuk Rumah

Hal ini didasarkan pada hadits Miqdâm bin Syuraih dari ayahnya (Syuraih), ia berkata,

سَأَلْتُ عَائِشَةَ، قُلْتُ: بِأَيِّ شَيْءٍ كَانَ يَبْدَأُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ؟ قَالَتْ: «بِالسِّوَاكِ»

“Saya bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu anhuma : Dengan apa Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam memulai ketika masuk ke rumahnya ? Aisyah Radhiyallahu anhuma menjawab: “Dengan siwâk “. [HR. Muslim dalam kitab Thaharah]


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel